Majikan Ketemu Karyawan

April 5, 2007

Komsioner Ketemu Panitia Seleksi Panitia seleksi anggota Komnasham 2007-2012 kemarin (5/4) kedatangan tamu spesial. Mereka adalah komisioner Komnasham yang tidak mencalonkan diri lagi.

Saya tidak mengikuti pertemuan ini. Saya juga belum dapat sumber informasi langsung dari panitia seleksi. Tapi melihat kronologi pertemuan itu tidak jauh-jauh dari topik seputar metode seleksi sehingga muncul 70 kandidat.

Pertanyaan dan gugatan muncul setelah panitia mengeluarkan 70 kandidat. Diantaranya masih dipersoalkannya penetapan nama-nama lolos, diantaranya, berdasarkan riwayat hidup (CV) dan tulisan. (lihat posting teguh sebelumnya).

Mengapa panitia seleksi tidak melakukan konfirmasi langsung ke pelamar tentang yang tercantum dan tertulis dalam riwayat hidup dan tulisan.

Konfirmasi langsung dengan calon dipercaya bisa mendeteksi CV-CV bodong dan tulisan-tulisan bohong. CV bodong maksudnya dari penampakan menarik dengan jumlah berlembar-lembar tapi tidak berbobot. Tulisan boong maksudnya tulisan pesenan, bukan karya sendiri.

Kemampuan oral hebat tidak selalu berbanding lurus dengan kemampuan menulis yang runtut dan metodis. Dengan konfirmasi langsung kemampuan kandidat bisa diketahui.

Tapi apa lacur. Nama-nama sudah diumumkan. Menarik nama-nama itu sama dengan menjilat ludah sendiri. Panitia seleksi tidak mungkin melakukan hal itu.

Pengumuman tujuh puluh nama diikuti oleh reaksi publik termasuk nama calon yang tidak lolos. Samsudin mempertanyakan mekanisme dan standar panitia seleksi. Samsudin, komisioner Komnasham, adalah salah satu orang yang ikhlas menerima keputusan panitia. Samsudin tidak menggugat nama-nama yang lolos. Kandidat lain saya yakin juga memiliki reaksi yang beragam.

Sidang Paripurna (SP) pun bereaksi setelah mendapat usulan soal rencana pertemuan antaran komisioner dengan panita seleksi. SP ingin klarifikasi langsung kepada Panitia Seleksi soal mekanisme penjurian. Untuk itu awalnya diusulkan semua komisioner ketemu dengan Panitia. Usul ini ditolak. Ada konflik kepentingan dengan adanya komisioner yang mencalonkan diri baik gagal maupun yang lolos dalam ke-70 nama. Akhirnya disepakati hanya komsioner yang tidak mencalonkan diri saja yang ketemu Panitia. 

Pertemuan ini antara si “Majikan” dengan “karyawan” ini tentu mengkhawatirkan. Si “Manjikan” sangat berkuasa. Dia bisa menentukan apapun nasib si “karyawan”. Tapi si “Majikan” harus ingat janji awal : biarlah karyawannya independen. Si “Majikan” berjanji akan menerima apapun hasil kerja si “karyawan”. Saya pegang janji itu.

Entry Filed under: Kabar Latuharhari 4 B. .

1 Comment Add your own

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


c

Tulisan Teratas

Recent Comments

bagus prastomo on Apakah Hukum Humaniter In…
yana santhya yokinor… on Majikan Ketemu Karyawan
danny on Apakah Hukum Humaniter In…
SIGIT on Apakah Hukum Humaniter In…
Susanto Wibowo S.H., on Ketua Komnasham akan Ditentuka…

Blog Stats